Sabtu, 23 November 2013
Instalasi Home Theater
Instalasi Home Theater yang baik memerlukan perencanaan yang baik.
Akustik ruang yang harus dianalaisa.
Optimasi sistem speaker harus dipilih.
Ketiga komponen audio.
Home theater bukan hanya soal menonton film-tapi merupakan pengalaman menyatu dalam aksi film tersebut. Hal ini tak mungkin bisa dilakukan tanpa terciptanya atmosfir dari suara dan efek surround yang bersumber dari penempatan speaker yang tepat.
Mengenal Konfigurasi (4.1) dan (6.1)
Home theater dengan konfigurasi 4.1 yakni penataan atau chanel, suatu home theater dengan 4 speaker saja. Untuk konfugurasi 4.1 ini adalah jenis home theater untuk kalangan orang biasa yang mengguankan speaker depan kanan kiri dan belakang kanan kiri. Sedangkan untuk konfigurasi 6.1 ini canggih juga karna telah di sediai speaker center, speaker depan kiri kanan, speaker belakang kiri kanan sebagai surround dan speaker subwoofer. Sudah bisa membayangkan bukan betapa canggihnya namun juga di ikuti dengan pengeluarannya juga.
Sistem Instalasi
Sistem audio dapat dibagi menjadi rangkaian level rendah dan rangkaian level tinggi. Output recorder, output tape recorder adalah rangkaian level rendah. Rangkaian level rendah peka terhadap derau yang disebabkan oleh gangguan listrik (hum). Oleh karena itu interkoneksi antar komponen audio pada bagian level rendah perlu menggunakan kabel audio. Kabel audio adalah kabel yang terdiri dari konduktor pejal yang diberi pelindung. Sebaiknya rangkaian level tinggi seperti pada power amplifier tidak peka terhadap derau sehingga tidak memerlukan kabel yang diberi pelindung.
Dalam instalasi peralatan audio menggunakan bermacam-macam bentuk terminal dan jack penghubung sesuai dengan peralatan audio yang digunakan.
Sound system home theater setidaknya membutuhkan 5 speaker - depan kiri, kanan dan tengah, dan dua buah surround, speaker keenam biasanya disebut subwoofer. Konfigurasi ini lazimnya disebut susunan (5.1). Konfigurasi lain yang lebih canggih bisa terdiri dari enam (6.1) atau tujuh speaker (7.1) yang bisa menghasilkan efek yang lebih penuh dan nyata. Surround sound menggabungkan berbagai efek suara yang dihasilkan oleh sumber yang berbeda dan berasal dari posisi tertentu di ruangan Anda. Penempatan speaker yang tepat akan membantu menciptakan atmosfir yang diinginkan. Tapi harap diingat, ada terlalu banyak faktor yang mempengaruhi hal ini. Speaker yang berbeda memiliki karakteritik respons yang berbeda juga, sementara akustik ruangan tak sama di setiap ruangan. Jadi, meskipun Anda mengetahui cara menempatkan speaker yang tepat, yang paling penting akhirnya adalah bagaimana suara terdengar di telinga Anda.
Speaker Center, langkah pertama mempersiapkan penempatan speaker home theater Anda adalah menentukan posisi speaker tengah. Fungsi dari center speaker sendiri adalah sebagai anchor dari dialog dan suara yang berasal dari layar lainnya; sehingga biasanya posisinya tergantung pada posisi TV Anda.Dengan kata lain, ketika Anda sudah menentukan tempat TV, Anda tak punya banyak pilihan; tinggal mengatur posisi speaker kanan dan kiri agar suara yang berasal dari kedua speaker ini bisa berpadu dengan suara yang berasal dari kanal tengah (center speaker).
· Tweeter center speaker harus berada pada ketinggian telinga ketika duduk. Karena itulah sebaiknya ditempatkan di atas pesawat televisi pada setting proyeksi depan.
· Jika ditempatkan langsung di atas atau sedikit di bawah layar televisi, pastikan arah bagian depan speaker sejajar dengan televisi. Hal ini untuk mencegah pantulan suara yang tak diinginkan dari lemari TV Anda.
· Arahkan center speaker langsung ke area pendengaran utama.
· Center speaker harus sama jaraknya dengan posisi dengar pada speaker depan kanan dan kiri.
Speaker Depan Kiri dan Kanan, speaker Depan Kiri dan Kanan menyalurkan suara musik dan efek pada sistem home theater. Tugas utamanya adalah memberikan gambaran suara yang fokus dan detail. Penempatan yang tepat speaker ini penting untuk menciptakan panggung suara yang lebar dan realistik.
· Speaker depan kanan dan kiri harus ditempatkan pada jarak yang sama di samping pesawat televisi. Untuk hasil yang terbaik, kedua speaker ini harus ditempatkan setidaknya terpisah sejauh enam kaki.
· Atur agar ketiga speaker depan utama ini, kanan, kiri dan tengah jaraknya sama jauhnya dari posisi duduk.
· Atur ketinggiannya agar sama dengan ketinggian center speaker. Ketiga tweeter inipun harus mendekati ketinggian telinga ketika duduk, perbedaannya di antara ketiganya tak boleh lebih dari 30 cm.
Speaker Surround, berlainan dengan fungsi speaker depan, fungsi speaker surround di home theater adalah untuk menciptakan atmosfir suara yang tak bisa ditentukan asalnya yang menyelubungi penonton. Sehingga penonton benar-benar merasa berada dalam aksi seru film yang ditonton.
· Speaker surround idealnya ditempatkan di belakang tempat duduk penonton.
· Penempatan di dinding samping juga bisa dilakukan, hal ini membantu menciptakan panggung suara di seluruh area dengar penonton. Jika tidak memungkinkan Anda bisa menggunakan sandaran speaker yang sesuai · Tempatkan speaker sejauh 2 sampai 3 kaki jauhnya di atas ketinggian telinga ketika dalam posisi duduk, hal ini akan membantu menciptakan atmosfir yang diinginkan.
· Bila menggunakan sistem 5.1 dan 7.1, distribusikan posisi speaker surround di dinding samping dan belakang. Hal ini akan semakin meningkatkan efek yang dihasilkan.
Subwoofer, menempatkan subwoofer membutuhkan banyak perhatian Anda, karena suara frekuensi rendah datangnya harus tidak secara langsung dari sumber suara untuk bisa menciptakan atmosfir yang diharapkan. Maksudnya, telinga harus tak bisa mendeteksi dari arah mana suara bass berasal. Jika Anda bisa menduga posisi subwoofer ketika mendengar musik atau menonton film, artinya sound level subwoofer Anda terlalu tinggi.Biasanya, subwoofer harus ditempatkan langsung di lantai, namun ada beberapa tips yang bisa membantu Anda meningkatkan respons bass di ruang home theater Anda.
· Suara bass biasanya tergantung pada penempatan subwoofer di dalam ruangan. Menempatkan subwoofer dekat dinding atau di dekat sudut akan semakin meningkatkan respons bass. Hal ini akan membantu sistem yang kurang kuat respons bassnya.
· Namun di pihak lain, penempatan ini juga akan menciptakan suara bass yang tak terkendali. Sehingga polisi idealnya adalah keseimbangan antara jumlah output bass dan kualitas suara bass yang dihasilkan.
· Untuk home theater yang berukuran besar, pendekatan yang terbaik adalah menempatkan dua buah subwoofer, satu di depan dan satu lagi di belakang ruangan.
Untuk penyambungan kabel yang menghubungkan speaker, tv ke HDMI bisa anda sesuaikan sesuai bagaimana mestinya yang sudah tertera tulisan di balik HDMI.. Seperti Center Speaker, Front left right, Rear left right dan subwoofer sudah ada di soket yg tersedia di home theater anda.
Dasar Elektronika
DASAR ELEKTRO : Pengenalan Komponen Elektronika
Written By cekonecektwo on Selasa, 29 Desember 2009 | 05.21
Dua macam komponen ini adalah komponen aktif dan komponen pasif. Dua macam komponen elektronika yang akan kita pelajari dalan dasar elektronika ini selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika.
Komponen aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika. Contoh komponen aktif ini adalah Transistor dan IC juga Lampu Tabung. Besarnya arus panjar bisa berbeda-beda untuk tiap komponen2 ini.
Sedangkan komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus listrik. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, transformator/trafo, dioda dsb.
Dalam dasar elektronika penggunaan kedua jenis komponen ini hampir selalu digunakan bersama-sama, kecuali dalam rangkaian-rangkaian pasif yang hanya menggunakan komponen-komponen pasif saja misalnya rangkaian baxandall pasif, tapis pasif dsb. Untuk IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen aktif dan pasif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan diperkecil ukuran fisiknya.
RESISTOR
Resistor adalah komponen elektronika yang selalu digunakan dalam setiap
rangkaian elektronika karena dia berfungsi sebagai pengatur arus
listrik. Dengan resistor listrik dapat didistribusikan sesuai dengan
kebutuhan. Tentunya anda bertanya-tanya, apa itu resistor ?, seperti
apa bentuknya ?, bagaimana cara kerjanya ?, oops..., nanti dulu saya
baru akan menjelaskannya.
Ilustrasi Arus Air untuk mengetahui cara kerja Resistor
Setelah anda perhatikan animasi tadi, tentunya anda sudah mempunyai
gambaran tentang bagaimana prinsip kerja dari sebuah resistor. Yah anda
anggap saja arus air yang ada di animasi itu sebagai arus listrik,
sedangkan bendungan sebagai resistornya. Jadi bila bendungan 1 kita
anggap sebagai resistor 1 dan bendungan 2 sebagai resistor 2, maka
besarnya arus tergantung dari besar kecilnya pintu bendungan yang kita
buka. Semakin besar kita membuka pintu bendungan semakin besar juga
arus yang melewati bendungan tersebut bila ingin lebih besar lagi
arusnya, yah tidak usah dipasang bendungannya atau dibiarkan saja, jadi
bila kita menginginkan arus yang besar maka kita pasang resistor yang
nilai resistansi ( tahanan ) nya kecil, mendekati nol atau sama dengan
nol atau tidak dipasang sama sekali dengan demikian arus tidak lagi
dibatasi. Nah seperti itulah kira-kira fungsi Resistor dalam sebuah
rangkaian elektronika.
Suatu fungsi dalam dunia teknik tentunya mempunyai satuan atau besaran,
misalnya untuk berat kita tahu bahwa pada umumnya satuannya adalah
"gram", satuan jarak pada umumnya orang memakai satuan " meter ". Nah
untuk resistor satuannya adalah OHM, jadi mulai sekarang kita biasakan
untuk menyebut besarnya nilai suatu resistor atau tahanan kita gunakan
satuan OHM, yang sebenarnya berasal dari kata OMEGA. Maka tidaklah heran
bila lambang dari OHM berbentuk seperti tapal kuda orang yunani
menyebutnya omega entah kenapa demikian saya juga kurang paham karena
saya bukan ahli sejarah he he he . Ok, jadi bila nanti anda melihat
rangkaian elektronika lalu disitu tertulis misalnya 470 maka itu
adalah sebuah resistor dengan nilai 470 OHM.., paham..!!.
Didalam rangkaian elektronika resistor dilambangkan dengan angka " R
" , sedangkan icon nya seperti ini : . Ada beberapa jenis resistor
yang ada dipasaran antara lain : Resistor Carbon, Wirewound, dan Metal
Film. Ada juga Resistor yang dapat diubah-ubah nilai resistansinya
antara lain : Potensiometer dan Trimpot. Selain itu ada juga Resistor
yang nilai resistansinya berubah bila terkena cahaya namanya LDR (
Light Dependent Resistor ) dan Resistor yang yang nilai resistansinya
berubah tergantung dari suhu disekitarnya namanya NTC ( Negative
Thermal Resistance ) agar lebih jelas coba anda perhatikan gambar 1-a,
dan animasi berikut ini :
Prinsip Dasar, Cara Kerja Sebuah LDR Berbagai Jenis type dan bentuk Resistor | ||||||||
| ||||||||
Langganan:
Postingan (Atom)